Senin, 06 Juni 2011

Apa Saja yang Mau Dipelajari untuk Berbahasa Mandarin

Selamat malam J

Hari ini kita akan bersama-sama belajar mengenai apa saja yang mau kita pelajari. Lho, bukannya sudah pasti Bahasa Mandarin? Betul, sih… Tapi Bahasa itu ‘kan banyak ruang lingkupnya, secara sederhana terdiri dari: 
  1. Cara Berbicara (pelafalan)
  2. Cara Membaca Aksara Mandarin (termasuk di dalamnya pinyin)
  3. Cara Menulis Aksara Mandarin
  4. Cara Mengerti Tata Bahasa
  5. Cara Membuat Kalimat

Oh MG, secara sederhana saja sudah lima… Kalau secara tidak sederhana sebanyak apa coba. Bisa gak ya, aku berbahasa mandarin? Tenang saja, ikuti terus blog Konsisten Belajar Bahasa Mandarin ini, tidak dijamin pasti bisa (loh, kok tidak dijamin. Ya iyalah…Kalau mau jaminan, tergantung niat, usaha, belajar keras, dan konsisten. Tidak bisa instan – emang mie apa..PeaceJ)

Baiklah, sekarang kita mulai dari Cara Berbicara. Kenapa? Karena cara bicara Bahasa Mandarin tidak sama dengan Bahasa Indonesia. Hal ini tidak lepas dari cara membaca pinyin, jadi saya ralat, kita belajar Cara Berbicara dan Cara Membaca dua-duanya sekalian, sekaligus dua. Mantap 'kan.

Sebelumnya, dari tadi saya sudah beberapa kali ketik “pinyin,” sebenarnya apa sih artinya. Pinyin (lengkapnya: Hanyu Pinyin) adalah sistem romanisasi bahasa mandarin (notasi fonetis dari aksara mandarin ke aksara latin – Wikipedia Indonesia). Secara sederhana berarti aksara mandarin yang dilatinkan (ada “a b c”-nya) yang sudah diresmikan penggunaannya, agar orang asing bisa lebih mudah belajar Bahasa Mandarin. Coba kalau tidak ada tulisan “a b c”-nya, seperti: 你认识这个字吗?bagaimana bacanya, hayoo. Pinyin memudahkan membaca aksara-aksara tersebut. Pinyin-nya: nǐ rèn shí zhè gè zì ma Bagaimana? Lebih bisa dibaca dibandingkan aksara mandarin tok, ‘kan?

Jadi, dengan menguasai Pinyin (tidak wajib. Tapi kalau sama sekali tidak bisa baca aksara mandarin, wajib hukumnya), kita bisa membaca semua kata-kata dalam aksara mandarin. 
Dewasa ini, penerbitan kamus baik media kertas maupun elektronik, menggunakan pinyin untuk memudahkan membaca aksara mandarin. Jadi kalau sedang memperdalam (misalnya menargetkan menghapal 1000 aksara Mandarin) dalam satu bulan, dengan dasar penguasaan pinyin, hal tersebut bukan mission impossible.


Mari berjoeang!


--Wujudkan Janji bersama mewujudkan Sukhawati---

Minggu, 05 Juni 2011

Sumber Bahan Ajar Bahasa Mandarin

Selamat pagi :)


Hari yang cerah! Saat yang tepat untuk mulai belajar Bahasa Mandarin (cerah ataupun tidak, pokoknya tepat deh. Masa belajar tunggu waktu yang tepat? Tidak ada waktu yang tepat kale..kata orang, waktu yang tepat adalah saat ini, apapun kerjaannya.)


Kalau mau belajar, tentu harus ada sumber bahan ajar dulu. Sumber resmi belajar adalah: HanBan (gaya  penulisan pinyin, baca: Han Pan) karena HanBan adalah lembaga publik yang berafiliasi dengan Departemen Pendidikan China, yang berkomitmen untuk menyediakan bahasa China dan sumber-sumber pengajaran bahasa dan budaya serta pelayanan ke seluruh dunia. Oh ya, kalau website yang itu tidak bisa kamu baca (bahasa dewa semua), beralihlah ke HanBan English. Kalau tidak bisa mengerti juga (karena Bahasa Inggris), ikutin terus blog ini, hehehe.


Untuk Bahan Ajar, ada di Bahan Ajar Mandarin HanBan (Teaching Materials for Overseas). Banyak langkah-langkah dalam belajar dari untuk TK, SD, SMP, SMA, Mahasiswa pemelajar Bahasa Mandarin,  Dewasa, sampai secara Online (长城汉语:Changcheng Hanyu) juga ada buku panduan yang berbeda-beda. Kalau ada budget, silakan dibeli, direkomendasikan. Kalau tidak ada budget, ya, nongkrongin blog ini saja, semoga bisa dibahas semua, hehehe.


Oke, apa ada lagi sumber yang lain? Ada, yaitu kursus di tempat les Bahasa Mandarin, hehehe.
Tips untuk memilih kursus Bahasa Mandarin:

  1. Lihat kurikulumnya, dari tahapan mana sampai tahapan mana? Kalau Anda buta Bahasa Mandarin, lihat kurikulum dasar, ada atau tidak. Kalau Anda sudah tahu dikit (minimal pinyin), bisa tidak lompat kelas.
  2. (Sebaiknya, tetapi sementara ini tidak HARUS) Apakah lembaga kursus tersebut sudah Terakreditasi di BAN PAUD NI (Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal Informal). PAUD-nya diabaikan saja. Yang penting Nonformal (lembaga kursus). Hal ini penting, karena dengan adanya status terakreditasi tersebut, Lembaga Kursus dan Program Kursus Bahasa Mandarin (dua-duanya terakreditasi) memiliki kurikulum yang baik, manajemen yang ok juga. Jadi belajarnya bisa nyaman dan tepat sasaran.
  3. (Sebaiknya, tetapi sementara ini tidak HARUS) Apakah ada native speaker (Tutor dari China dan latar belakang guru pengajar Bahasa Mandarin).  

Mari berjoeang!


--Wujudkan Janji bersama mewujudkan Sukhawati---